Selasa, 17 Maret 2009

ALASAN DAN JAWABAN KENAPA WANITA ENGGAN BERHIJAB/KERUDUNG

KE-1 : MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL

ALASAN : Kalo pake hijab, nanti kecantikannya ketutup donk, terus laki-laki yang ingin melihat wajah asli kita, akan menahan nafsunya, kalo terus ditahan nafsunya itu bisa meledak dan ia melampiaskannya dengan melakukan pelecehan! Nah, pemecahannya khan, ya kita harus buka hijab, bener gak ?

JAWAB: Seandainya jalan pemecahan itu benar, tentu Amerika dan negara-negara barat akan menjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan pelecehan terhadap wanita di dunia. Namun pada kenyataannya tidak demikian, bahkan menurut buku “Crime in USA” terbitan FBI, dikatakan bahwa setiap enam menit sekali terjadi kasus pemerkosaan disana. Ihhh seremm…

Jadi, Kepada orang yang masih mempertahankan dan meyakini kebenaran alasan tersebut, kita bisa mencari jawaban atas kesalahan mereka melalui 3 hal: Pertama, berbagai data statistik telah mendustakan cara pemecahan yang mereka tawarkan; Kedua, hasrat seksual terdapat pada masing-masing pihak, pria dan wanita; Ketiga, yang membangkitkan nafsu seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat kecantikan wanita, baik wajah, atau anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. Jadi itu bukan alas an lagi, OK



KE-2 : BELUM MANTAP DENGAN HATI
ALASAN : Khan berhijab itu harus dengan hati bicaranya, Ya, kalo misalnya kata hati saya belum mantap untuk berhijab, gimana?

JAWAB: Ukhti yang berdalih dengan alasan ini hendaknya bisa membedakan antara dua hal. Yakni antara perintah Allah dengan perintah manusia. Jika perintah itu datangnya dari manusia, maka bisa salah dan bisa benar. Adapun jika perintah itu dari Allah, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan "saya belum mantap". Bila ia masih mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan bisa saja dikatakan bahwa keislamannnya juga belum mantap dan itu melanggar ajaran Allah, padahal ia mengetahui perintah tersebut dari Allah, maka hal tersebut bisa menyeretnya pada bahaya yang sangat besar, yakni keluar dari agama Allah, sementara dia tidak menyadarinya. Sebab dengan begitu berarti ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut. Perintah untuk berhijab/ kerudung (QS: Al-Ahzab: 59)




KE-3 : ALLAH BELUM MEMBERIKU HIDAYAH

TANYA: Sebenarnya aku sich pengen banget pake hijab, tapi kalo Allah belum memberiku hidayah. Aku mesti gimana?

JAWAB: Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: "Bagaimana kamu tahu bahwa Allah belum memberimu hidayah?" Jika jawabannya, "Aku tahu", maka ada satu dari dua kemungkinan: Pertama, dia mengetahuinya dari ilmu ghaib, sehingga ia tahu apa yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (Lauhul Mahfuzh). Dia pasti mengetahui pula bahwa dirinya termasuk orang-orang yang celaka dan bakal masuk Neraka. Kedua, ada makhluk lain yang mengabarkan tentang nasib dirinya, bahwa dia tidak termasuk wanita yang mendapatkan hidayah. Mungkin bisa jadi yang memberitahu itu malaikat, jin atau pun manusia. Namun, ketika jawaban tadi tidak ada pada dirinya, bagaimana dia tahu Allah belum memberi hidayah?

Hidayah itu datangnya dari Allah, namun kita wajib berusaha untuk mendapatkannya. Tanpa ada usaha tidak mungkin ada hasil. Oleh karena itu, kalo masih beralasan seperti ini, itu tidak masuk akal. Berusahalah untuk mendapatkan hidayah itu.



KE-5 : TAKUT TIDAK LAKU NIKAH

ALASAN : Saya takut, kalau saya pake hijab, nanti nggak laku nikah. Cowok khan biasanya suka liat fisiknya dulu, wajahnya,

rambutnya, bodinya, segalanya dech! gimana tuch?

JAWAB: Kecantikan memang merupakan salah satu sebab pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan segalanya sebab. Rosul pernah bersabda, bahwa wanita dinikahi karena 4 hal: kecantikannya, hartanya, keturunan dan agamanya. Tapi yang menjadi prioritas adalah agamanya.

Kaum laki-laki tidak hanya melihat unsur kecantikan semata, tetapi ada hal lain yang menyatu dengan kecantikan yaitu sholeha yang dijadikan pertimbangan dalam memilih isteri. Bisa jadi sikap gadis yang biasa memperlihatkan aurat -yang dimaksudkan untuk menawan hati pria- menjadi bumerang bagi dirinya. Bisa saja tindakan itu malah membuat para pemuda enggan menikahinya. Sebab mungkin para pemuda beranggapan, jika wanita tersebut berani melanggar perintah Allah berhijab, tidak menutup kemungkinan dia akan berani melanggar perintah lain bahkan suami. Karena setan memiliki banyak kiat. Meskipun terkadang kenyataan yang ada tidak selalu sesuai dengan pendapat ini, tetapi memang begitulah keadaan mayoritas pemuda kita di zaman sekarang. Pemuda yang menyunting gadis ber-hijab, namanya akan menjadi harum, meskipun ia sendiri tidak termasuk orang-orang yang dinilai ta'at menjalankan perintah agama.



KE-6 : BELUM DEWASA

ALASAN: Saya belum cukup umur untuk dihijab, hijab khan khusus untuk orang dewasa!

JAWABAN: Kebanyakan berpendapat bahwa kedewasaan seorang gadis dimulai saat berumur 20 tahun. Dan menganggap yang dibawah 20 tahun itu masih anak-anak meskipun ia sudah haid. Padahal itu adalah pendapat yang keliru. Dalam Islam kewajiban seorang wanita untuk menjalankan perintah Allah adalah ketika ia sudah baligh (sudah haid dalam usia 9 tahun, atau sempurna umurnya 15 tahun), maka ketika ia sudah baligh, ia juga bisa dibilang dewasa dan sudah ada kewajibannya untuk berhijab. Jadi tidak ada alasan lagi kalo usia sudah renta tapi masih bilang belum dewasa. Dan apakah kamu bisa menjamin umurmu masih panjang? Coba bayangkan, banyak khan teman-teman kita yang masih belia tapi sudah mendahului kita. Makanya buruan dech kamu pada insyaf.



KE-7 : GAYA, MENGHALANGI BERHIAS DAN BUKAN HIJAB

ALASAN : Ach, banyak ko wanita yang berhijab malah dia lebih parah dalam melanggar ajaran agama, misalnya pacaran dan ia menggunakan hijab hanya untuk gaya, lalu kalo nanti saya berhijab kecantikan saya tidak bisa dilat orang donk!

JAWABAN : Hijab memang bukan segi penilaian baik buruknya seorang wanita, namun dengan berhijab setidaknya orang tidak akan berburuk sangka kepadanya dan cowok juga tidak akan berani menganggunya. Itu sudah jaminan Allah (coba buka QS. Al-Ahzab: 59) jadi sebaiknya mengenakan hijab itu bukan untuk mode atau gaya, tapi semata-mata karena Allah dan kita mesti merasa yakin untuk berhijab karena itu memang sudah menjadi keharusan. Kalo itu sudah dilaksanakan, maka kita akan merasa hidup ini teratur dengan aturan Allah tidak seenaknya. Ia tidak akan berani melanggar perintah Allah termasuk pacaran dan lain-lain.

Lalu, terlebih dulu patut kita pertanyakan: "Untuk siapa engkau pamer aurat? Untuk siapa engkau berhias?" Jika jawabannya: "Aku memamerkan tubuhku dan bersolek agar semua orang mengetahui kecantikan dan kelebihan diriku," maka kembali kita perlu bertanya: "Apakah kamu rela, kecantikanmu itu dinikmati oleh orang yang dekat dan yang jauh darimu?" "Relakah kamu menjadi barang dagangan yang murah, bagi semua orang, baik yang jahat maupun yang terhormat?" "Bagaimana engkau bisa menyelamatkan dirimu dari mata para serigala yang berwujud manusia?". "Maukah, jika dirimu dihargai serendah itu?"

Saudariku, engkau amat mahal dan berharga sekali. Pernahkah terlintas dalam benakmu, bagaimana seorang pembeli membolak-balik barang yang ingin dibelinya? Jika ia tertarik dan berniat membelinya, ia akan meminta kepada sang penjual agar ia diambilkan barang baru sejenis yang masih tersusun di atas rak. Ia ingin agar yang dibelinya adalah barang yang belum pernah tersentuh oleh tangan manusia.

Renungkanlah perumpamaan ini baik-baik. Dari sini, engkau akan tahu betapa berharganya dirimu, yakni jika engkau menyembunyikan apa yang harus engkau sembunyikan sesuai dengan perintah Allah kepadamu.



SAUDARIKU,

ALASAN APALAGI YANG MENGHALANGIMU UNTUK BERHIJAB ???

KALU BUKAN HARI INI, MAU KAPAN LAGI?

DAN APA BESOK KITA MASIH HIDUP DI DUNIA INI ??? RENUNGKANLAH !





Rabu, 11 Maret 2009

Episode Lara Seorang Perempuan

Beberapa kali dering telepon mampir di telinga saya dan mengalirlah episode sedih prahara rumah tangga yang kerap kali diperbaiki olehnya. Bagai menegakkan benang basah dan saya lihat kesabarannya tak habis-habis dalam menghadapi bahana gelombang besar yang belum tentu sanggup saya pikul.

Terbersit dalam hatinya untuk mengakhiri semua penderitaan, namun kembali ketaatannya pada Allah membuatnya kembali berpikir ulang. Tak sekali dua kali perlakuan buruk didapatnya hanya karena masalah sepele. Kulihat tubuhnya semakin kurus dan ringkih karena beban yang berat yang senantiasa dipikulnya. Hanya kalimat penguatan dan doa yang bisa kuberikan padanya bila prahara tersebut datang menghampiri.

Aku ingin menolongnya keluar dari masalah yang terus berulang dan seperti tak berujung. Tapi nampaknya Allah punya seribu rahasia dibalik penderitaannya tersebut. Jika dilihat dari kacamata manusia biasa, akan terlihat sosok perempuan yang dianggap bodoh karena mau saja terus menerus didzalimi dan tak keluar dari pusat masalah.




Akan tetapi ada satu hal yang membuat saya takjub dengan kesabarannya. Dia senantiasa menganggap suaminya adalah mahluk lemah yang tak kuasa mengontrol emosi dan dia bersedia untuk bersabar agar kelak sang suami memahami bahwa no matter what happen she will always on his side. Kesabaran baginya adalah terapi ampuh agar suaminya tersadar kembali. Tentunya dengan bantuan doa dan doa. Karena Allah tak pernah tidur dan tak pernah membiarkan semua kedzaliman berlangsung terus menerus. Dan Allah sangat mengetahui batasan seseorang.

Waktu pun berjalan tanpa kita sadari, ketika suara perempuan ayu tersebut memanggilku dengan wajah ceria dan tersenyum bahagia. Sebuah kabar gembira yang kudapat dari untaian kalimat di bibirnya. Sang suami telah sadar dan mau menjalani terapi kemarahan yang pernah diusulkannya. Perempuan itu paham bahwa masa lalu suaminya tak seindah masa lalunya. Terlalu banyak tekanan dan trauma dalam episode kehidupannya yang kelam. Oleh karenanya perempuan itu mau bersabar dan menunggu agar semua kembali ke titik nol.

Nafas legaku mengalir deras bersama air mata bahagia.
Bahagia akan sebuah episode yang berakhir indah.
Bahagia bersama tatapan tenang seorang perempuan sholih yang lembut.
Ya, Allah … betapa banyak ibroh yang bisa kupetik dari kisah pilu itu.
Bahwa kebahagiaan akan selalu menjadi ujung bagi orang-orang yang bersabar. Bahwa pada setiap orang yang bermasalah selalu ada awal yang menjadi penyebabnya.

Dan kutahu Engkau takkan diam saja Ya, Allah …
Engkau pasti menyaksikan semuanya dan membuat semua terjadi ...
Engkau pula yang mengakhiri semuanya dan memberi karunia pada setiap nilai kesabaran seorang hamba ....

Thanks Ellina Supendy

Jumat, 06 Maret 2009

Akibat Negatif Chating


Dikisahkan seorang pemuda saleh, Sidiq menikah dengan seorang wanita solehah, Anisah. Mereka berdua berasal dari keluarga agamis, terpandang dan mulia.
Kedua belah pihak merasa sangat berbahagia dan bersyukur kepada Allah SWT. karena telah dikaruniai pasangan yang sesuai dan cocok dengan hati. Hari-hari yang mereka jalani penuh dengan keceriaan dan kemesraan.

Sidiq kesehariannya bekerja diluar rumah। Ia berangkat pada pagi hari dan pulang pada sore hari। Anisah tinggal dirumah sendirian. Untuk menghibur hati sang istri dan teman dikala kesepian Sidiq membelikan Anisah komputer.
Komputer tersebut diletakkan didalam kamar dan disambungkan padanya internet. Awalnya Anisah tidak tahu apa-apa tentang komputer. Sidiqlah yang mengajarkan cara penggunaan komputer. Hingga pada akhirnya Anisah sudah biasa menggunakan komputer sendiri dengan baik.





Sehabis menyelesaikan pekerjaan rumah, Anisah memanfaatkan waktunya didepan komputer, mengakses berita dan mengikuti perkembangan dunia Islam। Waktu pun terus berjalan dan kehidupan mereka tetap harmonis dan tentram.
Sehingga sampai pada suatu hari, Anisah masuk ruang chating dan disanalah ia mulai berkenalan dengan banyak orang. Awalnya hanya tanya jawab tentang nama, tempat tinggal, sehingga karena sudah keasyikan pembicaraan menjadi panjang dan lebar. Telah banyak teman dan kenalan Anisah di ruang chating. Dan setiap hari sehabis pekerjaan rumah, Anisah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk chating.


Hingga pada suatu ketika, Anisah berkenalan dengan seorang pemuda di ruang chating, namanya Fatih। Chating mereka lakukan dengan menggunakan kamera. Sehingga diantara mereka saling melihat. Awalnya pembicaran mereka hanya berkisar tanya nama, tempat tinggal dan lainnya. Namun chating ini terus berlangsung setiap hari.
Sehingga timbullah rasa suka dihati Fatih pada Anisah. Ia mulai bermanis kata dan merayu. Fatih mulai berkata-kata yang membuat tersentuh hati Anisah. Setan pun tak tinggal diam. Membisikkan kedalam hati Anisah hal-hal yang tidak baik. Anisah berusaha untuk menolak dan melawannya. Namun karena mereka chating setiap hari, dengan saling melihat, akhirnya sedikit demi sedikit timbullah dihati Anisah perasaan suka pada Fatih. Sebenarnya Fatih menyukai Anisah hanya karena kecantikan wajahnya saja, rasa suka yang berlandaskan pada hasrat nafsu. Dan akhirnya Anisah juga terpedaya dengan kata-kata dan ketampanan Fatih yang menjadi teman chatingnya setiap hari tersebut.


Chating itupun terus berlangsung. Dan Sidiq tidak menaruh curiga pada Anisah. Karena ia sangat percaya pada Anisah. Dan Anisah pun sangat pandai menyimpan rahasia. Namun sesuatu yang busuk bagaimanapun pintar menyimpan akan ketahuan juga baunya. Akhirnya Sidiq mulai curiga dengan gelagat Anisah, sehingga setelah ia selidiki akhirnya ia mengetahui bahwa Anisah telah menjalin hubungan gelap dengan seorang pemuda di ruang chating. Fatih sangat marah dan akhirnya ia menjual komputer tersebut. Dan memperingatkan Anisah untuk segera bertobat pada Allah Swt. dan meninggalkan pemuda tersebut. Anisah pun mengakui kesalahannya.

Namun, karena hati telah diberikan pada syetan dan hawa nafsu selama ini, Anisah merasa masih sulit menghilangkan bayangan Fatih dari pikirannya. Hatinya telah terpaut pada Fatih. Sehingga tanpa diketahui oleh Sidiq, Anisah menghubungi Fatih lewat telpon. Ia menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya pada Fatih dan tentang perasaannya pada Fatih. Rupanya Fatih telah berhasil menjaring mangsanya. Iapun memanfaatkan kesempatan tersebut, ia mulai merayu dan menggombal. Ia berkata,

"Kalau kamu menyukai dan mencintai saya, tinggalkanlah suamimu! Minta cerailah darinya! Saya akan datang untuk melamarmu dan kamu akan hidup tentram dan bahagia dengan saya.”

Anisah yang telah goyah dan lemah imannya ini mulai terpedaya dengan bujuk rayu dan janji-janji Fatih. Ia telah dipengaruhi oleh syetan dan nafsu, ia lebih memilih Fatih dari pada suaminya. Anisah tidak sadar bahwa syetan dan nafsu sedang menipunya dan ingin menghancurkan dirinya dan kehidupan rumah tangganya.

Akhirnya, Anisah minta cerai pada Sidiq. Dan terjadilah perceraian yang tidak diharapkan tersebut. Anisah pulang kerumah orang tuanya. Keluarganya sangat menyesalkan perceraian tersebut. Dan mulailah Anisah berhubungan dengan Fatih. Fatih sering datang kerumah Anisah dan terkadang mengajaknya keluar rumah, dengan mobil mewah yang dimiliki Fatih.

Hari dan minggu terus berganti, namun Fatih belum juga melamar Anisah. Mereka masih menjalani pacaran. Sampai pada suatu malam, Fatih mengajak Anisah menginap di sebuah hotel dan pada malam itu terjadilah perselingkuhan, terjadilah hubungan yang diharamkan oleh Allah Swt., mereka berzina. Mereka telah dikuasai oleh hasrat nafsu dan syetan.

Hari dan bulan terus berganti, tapi Fatih belum juga datang untuk melamar Anisah. Anisah sangat gelisah dan tidak bisa tenang, ia selalu diberi janji yang tak pasti. Dan sampai pada suatu hari Fatih berkata pada Anisah,

" Wahai wanita yang hina, apakah engkau mengira aku akan menikah dengan wanita seperti dirimu, tidak akan pernah! Aku tidak akan mau menikah dengan wanita murahan seperti dirimu. Engkau tidak lagi berharga, engkau adalah wanita kotor dan hina, engkau tidak layak menikah dengan pemuda terpandang seperti diriku. Aku yakin, kalau sekali sudah berkhianat, kelak engkau berkhianat lagi. Kalaupun engkau kunikahi, kelak bila engkau bertemu pemuda yang lebih ganteng dan lebih kaya dariku pasti engkau akan meninggalkan diriku, sebagaimana engkau telah meninggalkan suami mu yang baik-baik itu. Dan aku tidak mau hal itu terjadi pada diriku, sekarang pergi engkau dari sisiku! Jangan temui aku lagi, aku tidak mau lagi melihat mukamu, aku sudah muak dengan dirimu."

Anisah pun berlalu pergi dengan membawa luka mendalam di hatinya. Hidupnya telah hancur. Masa depannya telah gelap. Ia telah salah selama ini menilai. Ia telah tertipu dan terpedaya. Penyesalan tidak ada lagi gunanya. Kembali pada suami yang pertama, tak akan mungkin suaminya mau menerima dengan keadaan dirinya saat ini, kembali pada keluarganya, ia merasa malu, ia tidak tahu harus melangkah kemana dan mengadu pada siapa. Hanya kepada Allah Swt. Mengadukan segala kelukaan dan kesalahan yang dilakukan selama ini. Anisah telah menyadari kekeliruannya dan sangat menyesal atas apa yang telah ia lakukan. Tapi, semuanya sudah terlambat.

* * *

Kisah diatas telah memberi kita pelajaran berharga, pelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan kita. Bagaimanapun baik dan solehnya seseorang namun ia tidak akan bisa selamat dan bisa memelihara dirinya jikalau ia sendiri telah memberikan dirinya untuk di belenggu syetan dan hawa nafsu. Kisah diatas hanya satu dari puluhan dan bahkan lebih, dari kisah-kisah yang pernah terjadi. Betapa sering hubungan rumah tangga retak dan pecah karena tidak terkontrolnya dan terjaganya interaksi dengan lawan jenis.

Semoga menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi kita semua.


Wassalam

(Sumber : Ceramah Syekh Nabil `Awadhi, dengan judul : Qishashun Wa `Ibarun )

Thanks Arif Salman



Senin, 02 Maret 2009

Renungan di malam hari



Malam ini suasan sangat mencekam...
Semilir angin menerpa tubuh yang telah kelelahan
Raga ini tak sanggup lagi meneruskan perjalanan
Memaksana langkah menghampiri gubuk di tepi jalan.

Kurebahkan tubuh ini di atas tikar yang telah usang
Namun mata tak juga mau terpejamkan
Sunggu malam tersepi yang pernah ku rasakan
Karena tak satu orangpun yang memperdengarkan suaranya.




Dikejauhan sayup-sayup ku dengar lantunan Al Qur'an
Memecahkan sunyi terbawa angin yang seakan menyerbarluaskan
Dilantunkan dengan tartil, hati-hati dan penuh perasaan
Alangkah manisnya tutut bahasanya san sangat merdu di dengar

Tak Ku sadari aku beranjak dan bersimpuh
Ku simak dan ke resapi Syair Illahi Yang Maha Menakjubkan
Ayat demi ayat menghujam ke dalam sanu bariku
Begitu indah.. sempurna... dan juga menentramkan jiwa...

Ya Allah, jangan pernah Engkau meninggalkan Qolbuku
Jangan pula Engkau bosan mendengar doa dan permohonanku
Tak ada daya upaya tanpa pertolonganMu Ya robbi
Hanya pada-Mu aku bersujud dan berlindung


Thanks H. Bambang

Hapuslah Kemalasan


Seorang murid yang cerdas tapi malas, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang kecil, tetapi yang merendahkan kecerdasan orang-orang besar disekitarnya.
Seorang murid yang bersahaja kecerdasannya, tetapi rajin belajar dan bekerja akan tumbuh menjadi orang besar yang bersahaja sikapnya.

Persiapan terbaik bagi masa depan adalah penyelesaian terbaik dari tugas-tugas kita hari ini. Mungkin karena tidak melihat hubungan antara apa yang dikerjakan hari ini, dengan apa yang bisa dicapainya dimasa depan.

Ada orang yang menyepelekan pekerjaan-pekerjaan kecil, padahal, semua hasil besar adalah rangkaian cantik dari hasil-hasil kecil yang dikumpulkan sepanjang hari-hari kerja kita.




Maka bila sulit bagi Anda untuk melihat masa depan yang cemerlang, tetapkanlah pandangan Anda kepada apapun yang sedang Anda kerjakan, dan perlakukanlah ia seperti hidup Anda betul-betul bergantung padanya. Bila Anda menjadikan sikap itu sebagai bagian dari mesin pribadi Anda, Anda akan terkejutkan dengan bagaimana cepatnya Anda mencapai keadaan yang Anda impi-impikan itu.





Source : Mario Teguh