Selasa, 31 Juli 2007

Anakkoe


Rosulullah Muhammad saw yang mulia telah berpesan:

"Didiklah anak-anakmu dengan 3 sifat, yaitu mencintai nabinya, mencitai keluarganya dan mencintai membaca Qur'an (HR. At Thabrani ra)

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi
Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan ia belajar merasa bersalah

Bila anak sering di ma'lumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai
Bila anak mendapat haknya, ia belajar bertindak adil

Bila anak merasa aman, ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta

Selasa, 17 Juli 2007

Arti Wanita bagi Pria


Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Allah mepersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu,tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam pria, perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.. hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya... sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang pria... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.. ..tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang pria, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya. .. kata-kata yang lembut...ungkapan-ungkapan sayang yang sepele...namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat pria yang keras ternetralisir oleh kelembutan wanita Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika pria berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika wanita berpikir tentang perasaan pria, itu akan menyita seluruh hidupnya...

Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk pria, karena wanita adalah bagian dari pria... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.

Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana ....karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

Jumat, 13 Juli 2007

Masih Sendiri? Kapan Menikah?


Banyak orang yang merasa khawatir pada usianya yang sudah mencapaikepala tiga, dan belum juga menuju ke pelaminan, lebih lagi jika wanita. Lebih dari itu, pertanyaan-pertanyaan dari kerabat, teman pun mulaiberdatangan, sehingga terasa amat sangat menganggu sekali. Anda mungkin menebarkansenyum maklum, atau sedih karena merasa malu dan tersudut.
Suka taksuka, bagi sebagian wanita, hal ini merupakan suatu "tuntutan" dan menjadigangguan tersendiri.Tidak hanya untuk yang berumur 30 saja, menjelang umur 50 tahun punbanyak wanita yang masih belum menikah. Apalagi sudah menjelang menopause,biasanya banyak wanita yang mulai mengalami depresi. Wanita-wanita yang rata-rata berusia 30 an, banyak yang merasa takut, dan sedih.


Berikut tips untuk menghadapi masa-masa menjelang kepala tiga.

Tetap melihat kedepan

Tunjukan ketegaran meski Anda merasa sangat kesepian dan hampir putus asa karena belum menemukan pasangan yang tepat. Jangan biarkan rasa minder ini menguasai hidup Anda, lalu membuat Anda langsung menerima lamaran darisembarang pria yang mendekati Anda. Jangan mengelabui diri sendiri dengan pemikiran bahwa Anda bisa belajar mencintai seorang pria, walaupun barubertemu. Keputusan terburu-buru bisa membuat hidup Anda jadi lebihburuk dari keadaan Anda saat ini.

Percaya diri dan buka mata.

Tetap percaya diri, itulah yang paling penting untuk Anda saat ini.Jangan terlalu berhasrat untuk menikah. Dan jangan memilih pasangan untuk menyenangkan seseorang yang lain. Meski lingkungan terus mengangguAnda, jangan Anda jadikan beban dalam pikiran. Percayalah bahwa Andalah orang yang akan beruntung suatu hari nanti. Yakinkanlah pikiran Anda untuk selalu jernih dan siap. Kembangkan pemikiran bahwa hidup tetap harus dilanjutkan walau sudah menginjak usia 30 tahun. Jangan pernah merasagagal karena Anda tak juga menikah. Anggaplah bahwa hidup yang menarik baru saja akan Anda mulai. Jauhkan pikiran bahwa Anda sudah banyak terlambat dan harapan sudah pupus. Tetap lakukan hal-hal positif, danbuka mata Anda lebar-lebar terhadap sekeliling Anda. Coba direnungkan,jangan-jangan selama ini Anda memang orang yang tertutup alias tidakmau membuka diri. Kalau ya, bagaimana jodoh akan mendekati Anda?

Sabar dan tetap menunggu

Sabar adalah sikap yang sangat bijaksana. Jangan pernah memaksakankehendak untuk lekas menikah sampai Anda mengenal diri Anda dengan baikdan mengenal dengan baik pula siapa pasangan Anda. Jangan menikahdengan seseorang sampai Anda mengenal dia dalam banyak hal. Anda dapat membuatprediksi yang jauh lebih tepat, tentang seberapa banyak Anda akan menikmati pernikahan dengan seseorang jika dasar pengalaman Andabersamanya cukup luas. Hubungan yang lebih lama menghasilkan pernikahanyang lebih bahagia.

Tetap menjaga kebugaran fisik dan mental Anda

Jaga dan rawat lah diri Anda dengan banyak-banyak berolahraga, agarbugar dan sehat dalam iman. Jaga agar tubuh tetap sedap dipandang. Ini akan enak dilihat dan perlu. Hasilnya, tentu Anda pasti akan tampak beda, lebihcantik, lebih gayadan gembira. Perubahan ini tentu akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri. Sikap ini akan membuat priamemberi perhatian. Jika Anda menghargai diri sendiri. Tanamkan selalu dalampikiran Anda bahwa tidak menikah bukan berarti kehidupan Anda berakhir.

Buatlah diri Anda bergairah

Lakukan banyak kegiatan. Jangan hanya tinggal berdiam diri dirumah,merenungi nasip, nonton tv atau mengurung diri di kamar sembarimembandingkan hidup Anda dengan orang lain. Ini akan membuat Anda makin tertekan, dan merugikan diri Anda. Gairahkan hari-hari Anda. Buatrencana-rencana menarik bagi hidup Anda. Mengaktifkan pikiran dengansesuatu yang membuat Anda bergairah, merupakan terapi yang baik untukmengurangi rasa depresi yang sedang melanda pikiran Anda. Lakukankegiatan-kegiatan yang menyenangkan.

Tetap perluas pergaulan

Tambah luas tambah baik. Perkenalan bukan difokuskan untuk mencaripasangan hidup, tetapi untuk bersahabat. Ini lebih meringankan suasanaperkenalan, baik bagi Anda maupun buat sang Arjuna.Sifat pemilih menjauhkan jodohMencari jodoh memang gampang-gampang susah. Apalagi jika Anda adalahorang yang sangat pemilih sekali. Anda baru akan membuka hati Anda jikapasangan Anda punya kesamaan minat, hobi, pendidikan, dan berstatus sosialekonomi yang setara. Syukur-syukur kalau bisa lebih tinggi. Inilah salah satumasalah yang akan menjerumuskan Anda. Tak perlu mencari jodoh yangpunya minat sama. Perbedaan minat justru akan jadi bumbu-bumbu cinta Anda.Cobalah lakukan hal-hal baru yang tak pernah Anda lakukan. Saatmelakukan hal baru, ada bagian baru dari diri Anda yang akan muncul. Membuat Andamerasa lebih menarik. Anda juga harus tahu, bahwa suatu pernikahanmembutuhkan kerja keras. Jangan izinkan diri Anda mengharap terlalubanyak dari pernikahan. Alhasil Anda bisa kecewa. Anda tak butuh pasangan yangcocok, apalagi pasangan sempurna, tapi pasangan yang tepat, yang mampumencintai Anda dan menerima Anda apa adanya, hidup sampai tua dalamkomitmen yang sama untuk meraih visi yang sama.Anda mungkin berkhayal mendapatkan pasangan yang ideal, tetapipercayalah keberadaan Tuhan dan kasih-Nya, bahwa Tuhan pasti akan memberikan yangterbaik. Jika Anda hanya bisa berharap, meraba, siapa jodoh Anda. Andatak bisa selamanya mengharapkan kebetulan-kebetulan terjadi, sementarawaktu terus berjalan, dan usia Anda makin bertambah. Tapi kalau Anda berharap dengan tetap berusaha, yakinlah bahwa Anda akan menemukan jodohAnda.

Sumber: Dari berbagai sumber

Kamis, 12 Juli 2007

Puisi Terakhir Basyir


Di hari naas itu, Basyir baru menginjak dua minggu di kontrak kerjanya yang
baru. Hari itu pula, untuk pertama kalinya setahu saya, dia melakukan hal di
luar kebiasaannya, duduk di atap gerbong kereta.




Peristiwa itu, terjadi pada keluarga kami sekitar sebulan lalu. Siapa sangka, Basyir (19) anak kedua kami yang masih menginjak masa remaja dan baru belajar menjadi ‘orang’ harus secepat itu berpulang.

Saat merangkai kembali kenangan akan pribadinya yang sempat kami rekam dalam ingatan, tak ada kenyataan lain bahwa dia seorang anak yang sangat berbakti. Sejak kecil dia sangat pengertian terhadap kondisi kami, kedua orang tuanya yang harus senantiasa mengetatkan ikat pinggang.

Rasanya masih lekat dalam ingatan ketika dia duduk di bangku STM dan menginginkan ponsel seperti teman lainnya. Menjawab pintanya, saya justru balik bertanya, “Basyir, kamu mau terus sekolah atau dibelikan HP?” Mendengar pertanyaan saya, mengertilah dia bagaimana kondisi keuangan orang tuanya.

Sebagai PNS, ayahnya memang bisa dibilang tak berlebih dalam penghasilan. Jadi, semua pengeluaran sudah ada pos-posnya tersendiri. Basyir sangat memahami pertanyaan diplomatis saya. Dia lalu berkata, “Ya tentu, Basyir mau sekolah dong, Mi (Ummi). Nanti kalau Basyir sudah kerja beli sendiri aja deh.”

Selepas STM, Basyir tidak mau langsung melanjutkan kuliah. Alasannya menunggu abangnya selesai kuliah dulu. Sementara itu, dia hendak menambah pengalaman dengan bekerja. Alhamdulillah, niat mulianya terwujud. Lulus STM dia diterima bekerja di salah satu perusahaan otomotif sampai dua kali masa kontrak. Beberapa bulan lepas dari masa kontrak, dia mencoba melamar kembali dan alhamdulillah diterima lagi. Dari hasilnya bekerja itu, ponsel yang ia idamkan sejak lama akhirnya terbeli. Dia juga berhasil memiliki motor meski dengan cara mencicil.

Sebagai remaja yang supel, baik Basyir maupun abangnya memang sering kedatangan teman. Bahkan, rumah kami hampir selalu ramai dikunjungi teman-temannya. Biasanya mereka curhat tentang masalah-masalah mereka pada Basyir yang sering memosisikan diri sebagai "tempat sampah". Atau, kalau tidak begitu, mereka akan ramai berdiskusi tentang segala hal. Basyir sendiri, meski cenderung tak menampakkan masalah pribadi, akan terlihat berapi-api ketika berdiskusi.

Sering ramainya rumah kami sebagai "markas" anak muda, tak lepas pula dari aktivitas keduanya sebagai pengurus karang taruna tingkat RW. Basyir memegang amanah sebagai ketua bidang seni. Mungkin ini lantaran ketertarikan dan kelebihannya di bidang seni, salah satunya puisi. Ya, puisi. Salah satu jejak yang ditinggalkan Basyir kepada kami, yang menjadi pesan terakhirnya sebelum pergi untuk selamanya.

Malam itu, sebagai seorang ibu, tak sedikit pun saya mendapatkan firasat. Rumah pun ramai seperti biasanya dengan para remaja. Hanya, tingkah ayahnya sempat membuat saya bertanya-tanya. Beberapa kali ia menerima telepon. Setiap kali ponselnya berdering, cepat-cepat ia menerimanya di luar. Padahal biasanya cukup di dalam rumah, atau setidaknya di beranda.

Tak tahan dengan rasa penasaran, saya pun bertanya. Namun jawabannya sungguh di luar dugaan. “Mi, ikhlas ya. Apa yang dititipkan oleh Allah, akan diambil kembali.” Perkataan itu justru membuat saya semakin bertanya-tanya. Barulah kemudian suami memberitahukan dengan hati-hati apa yang sebenarnya terjadi.

Namun sehalus apa pun berita itu disampaikan, hantamannya terasa amat menyakitkan di dada saya sebagai seorang ibu. Lemas, bingung, sedih, dan tidak percaya, campur aduk menjadi satu. Kesadaran saya hendak menolaknya dan berharap itu mimpi belaka.

Asa senantiasa tak lepas dari tangan saya, bahwa Basyir masih ada. Dia hanya pulang terlambat seperti pesannya. Namun tetangga yang segera membanjiri rumah kami seolah menguatkan cerita suami, dan memaksa saya menerima kenyataannya.

Suami saya tak putus mengingatkan saya agar ikhlas dan tabah, ketika seluruh tulang tubuh rasanya tak lagi berada di tempatnya. Saya nyaris tak mampu menyangga raga, lemas tak bertenaga. Limbung dengan kenyataan yang harus saya terima dengan segala keikhlasannya.

Di hari naas itu, Basyir baru menginjak dua minggu di kontrak kerjanya yang baru. Hari itu pula, untuk pertama kalinya setahu saya, dia melakukan hal di luar kebiasaannya, duduk di atap gerbong kereta. Dari dan menuju tempat kerja, dia memang memanfaatkan transportasi murah meriah itu: KRL

Tiga hari sebelumnya, dia mengeluh kepada saya tentang kondisi KRL yang selalu sangat penuh. Dia selalu membeli tiket, namun seperti penumpang lainnya yang tak punya pilihan, harus menerima pelayanan ala kadar. Panas dan gerah berdesakan dengan banyak orang adalah kondisi yang wajar. Maka pakaian lecek dan lepek oleh keringat adalah hal biasa, meski hal itu sangat membuatnya tak nyaman.

“Mi, kerja itu capek juga ya?” komentarnya saat bercerita. Menanggapi keluhannya, saya memotivasi dia agar tetap sabar.

Temannya bercerita, di hari dia pergi untuk selamanya itu, tiga orang hendak merampas tasnya. Tentu saja dia berusaha mempertahankan miliknya semampunya. Apalagi selain baju kerja, di dalam tas itu juga tersimpan STNK-nya.

Sayang, Basyir kehilangan keseimbangan. Hendak terjatuh dari atap gerbong dia berusaha mencari pegangan. Namun fatal, yang terpegang olehnya justru kawat kabel bertegangan tinggi. Saya tak sanggup membayangkan bagaimana keadaannya waktu itu. Apalagi untuk sekadar mencuri pandang jasadnya, saya tak kuasa. Biarlah hanya senyum, tawa, serta candanya saja yang mengisi memori saya.

Keadaan jasad Basyir hanya saya dapat dari adik suami yang mengatakan bahwa ada bekas luka bakar di beberapa bagian tubuh sebelah kiri. Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah memang disucikan dan dikafani di Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok.

Sungguh, saya berterima kasih sekali memiliki tetangga yang banyak membantu kami dalam proses pengurusan jenazah dari rumah sakit hingga sampai ke rumah. Tanpa mereka dan keluarga kami, entah bagaimana dapat kami lalui beban yang terasa berat ini.

Pukul 01.30 WIB, jenazah tiba di rumah, lalu diberangkatkan ke masjid untuk dishalatkan sekitar pukul 10.00 WIB sebelum dibawa ke pemakaman. Subhanallah, banyak tamu yang berdatangan. Saya haru tak terkira. Selain para tetangga, teman-teman Basyir juga berdatangan. Saya urung mengantar ke pemakaman, khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Namun cerita tentang prosesi pemakaman itu sendiri saya ikuti.

Di pemakaman, salah seorang teman Basyir membacakan puisi terakhir yang dibuat almarhum saat pagelaran seni dan budaya dua minggu sebelumnya. Salah satu bait yang sangat berkesan dan meninggalkan makna dalam dari puisi itu adalah: “…..Teman... bertaubatlah. Kiamat sudah dekat…. ” Seolah mendapat pesan terakhir sebelum benar-benar ditinggalkan, hadirin yang mendengar tak kuasa menahan air mata.

Seperti halnya Basyir yang pergi tak kembali, tasnya yang berisikan STNK pun tak ada kabar, meski kemudian STNK pengganti yang hilang tersebut ada yang menguruskan. Ketika mengingat ketiga penjambret yang menzalimi Basyir, saya justru mendoakan mereka agar mendapat hidayah Allah. Semoga mereka dibukakan mata hatinya untuk tidak mengulangi perbuatan nista merampas milik orang lainnya.

Usia seorang hamba, adalah sebuah rahasia besar dan hanya Dia yang menggenggam. Meski dia diceritakan dalam sebuah hadits akan datang dengan memberikan pertanda semisal uban atau kulit yang mengeriput, namun tak jarang, sang ajal menyelinap begitu saja. Tak kenal usia, tak pandang siapa. Meski sebesar apa pun harapan dan sayang kita padanya.

Selamat jalan anakku Basyir. Ummi, Abu (ayah—red), abang Tufail, dan Jundi pasti suatu ketika akan menyusul. Maafkan Umi dan Abi yang belum bisa mewujudkan segala keinginanmu. Semoga engkau bersuka cita di sisi Ilahi Rabbi.


Seperti dituturkan Ummi Tufail kepada Noer Yalez

Dipublikasi Majalah Islam Sabili E 25/XIV
Editor: Eman Mulyatman

Rabu, 11 Juli 2007

Latihan Menata Hati


Pujian dan penghinaan adalah dua kata yang berlawanan dan keduanya juga memberikan efek yang berlawanan jika menimpa kita. Bila kita dipuji maka kita merasa bahagia, bersemangat dan lebih akrab dengan orang yang memuji. Sebaliknya, penghinaan cenderung membuat kita marah, ingin membalas, rendah diri dan merusak hubungan kita dengan orang yang menghina. Padahal jika kita perhatikan, pujian dan penghinaan orang lain kebanyakan hanyalah seperti permainan saja. Mereka akan memuji-muji jika merasa cocok dengan kita. Mereka akan membela kita dan membuat seribu alasan untuk membenarkan tindakan kita. Sebaliknya jika kecocokan sudah tidak ada lagi maka mereka akan menghina dan merendahkan kita serta membuat ribuan alasan untuk mencari-cari kelemahan kita.


Saudaraku,

Marilah kita bersikap waspada. Pujian dan penghinaan keduanya adalah ujian. Pujian tidak harus membuat kita merasa bangga dengan segala prestasi yang kita capai. Pujian hanya akan bernilai jika membuat kita semakin mengingat kekuasaan Allah. Prestasi yang kita capai adalah karunia Allah dan kita hanyalah orang yang dipilih untuk melakukannya. Jika Dia menghendaki bisa saja Allah memilih orang lain. Maka tidak layak bagi kita menerima pujian itu, cukup Allah saja yang menerimanya.Penghinaan itu memang menyakitkan tapi alangkah baiknya kalau kita lebih jujur menilai diri. Barangkali penghinaan itu lebih mencerminkan keadaan kita yang sebenarnya. Kita tidak perlu menderita dengan penghinaan itu. Tidaklah kita menjadi hina karena kata-kata orang lain. Terkadang sikap kitalah yang membuat kita menjadi terhinakan.

Saudaraku,

Kita tidak perlu risau dengan apapun penilaian orang lain. Teruslah bersikap sesuai dengan tata nilai yang kita yakini. Urusan kita adalah dengan Allah, maka terserah Allah saja yang menilai setiap tindakan kita. Bisa jadi kebaikan kita di satu lingkungan diterima dengan baik karena tata nilainya sepaham dengan kita. Tetapi di lingkungan lain kebaikan kita belum tentu diterima. Jangan risau, terus lakukan kebaikan-kebaikan dan bergantunglah kepada Allah untuk segala tindakan kita. Semoga Allah Memberikan keteguhan dan ketenangan jiwa kita, amin.

Senin, 09 Juli 2007

Empat Istri Kehidupan




Konon di suatu waktu ada seorang kaya raya yang yang memiliki empat istri. Didepan gerbang kematian ia diberi kesempatan untuk ditemani hanya oleh satu dari empat istrinya. Pertama-tama ia memanggil istrinya yang keempat. Maklum ini yang paling muda, peling cantik dan menawan. Tetapi ia juga yang paling banyak menghabiskan uang. Dengan nada suara yang mengundang rasa kasihan, orang kaya yang sudah renta ini bertanya: “ Maukah engkau menemani aku sampai ke liang kematian? Seperti disambar petir rasanya ketika orang tua itu mendengar istrinya menjawab dengan kasar “Ndak mau”.

Kecewa dengan istri yang keempat, ia pun memanggil istri yang ke tiga.. Belajar dari kegagalan dari istri yang pertama, ia pun memeluk mesra istri yang ketiga. Sudikah kau menjadi pendampingku menuju gerbang kematian? Yang ini jawabannya lebih sopan : maafkan kanda, saya hanya bisa mengantarmu sampai disini”.
Menangis mengakhiri pengalaman kedua ini, ia pun tidak putus asa. Dipanggilah istri yang kedua, tentu saja dengan pertanyaan dan permintaan yan sama.. Istri kedua ini menjawab lembut.. “ Saya akan antar kanda, tapi hanya sampai liang lahat”. Untuk ketiga kalinya, orang kaya yang menghabiskan seluruh hidup dan keringatnya untuk mengumpulkan kekayaan demi anak dan istri ini , kecewa berat lagi.

Sehingga yang tersisa hanya istri pertama yang terkulai kurus , layu, lemah tanpa tenaga, dan kecantikannya memudar. Dengan pasrah orang itu meminta hal yang sama. Dan yang mengejutkan, kendati istri pertama ini jarang diperhatikan, sering disakiti, dan paling sedikit mendapatkan uang, ia menganggukan kepalanya tanda bersedia menemani sang suami sampai di dunia manapun.

Istri-istri ini perilakunya sama serupa dengan empat istri kehidupan.
1. Istri keempat adalah atribut-atribut yang kita perjuangkan, pertahankan dan kita manjakan dengan banyak sekali tenaga. Ia berupa jabatan, kekayaan materi, dan segala bentuk pembungkus badan kasar. Dan ketika kita mati, semuanya menjawab tidak ikut secara ketus kepada kita.

2. Istri ketiga adalah badan kasar kita. Bentuk badan yang juga dimanjakan oleh orang. Diberi makan yang enak, diajak ke tempat-tempat indah. Hampir semua lubangnya kita puaskan semampunya. Dan ia hanya bisa mengantar kita sampai ditempat kita dijemput sang maut.

3. Istri kedua adalah teman dan keluarga kita. Sebaik-baiknya mereka, hanya bisa menangis mengantar kita sampai liang lahat.

4. Istri pertama yang sangat kurang dari perhatian kita dan mendapat dana dan alokasi tenaga yang paling sedikit. Ia bernama JIWA. Dialah satu-satunya istri yang menemani kita selamanya.

Kita sering menyiksa dan membuat sang jiwa menderita. Semuanya itu dilakukan untuk memuaskan istri-istri yang lainnya. Hebatnya, kendati ia disiksa dan dibuat menderita, sang jiwa akan senantiasa ikut dengan kita, dalam hidup maupun mati. Dalam suka dan duka. Ditengah makian dan pujian, ia senantiasa menemani kita. Entah karena lupa, entah karena khilaf, secara kolektif kita sudah lama tidak peka akan getaran-getaran jiwa.

Renungan



1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan.
Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.

Kamis, 05 Juli 2007

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta


Sumber : Ust. M. Fauzil Adzim (2007-03-07)
Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya.

Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya. Disaat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia? Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara disaat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, halus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.
Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit. Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengarkan melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam menghadapi 'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.

Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia. Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut.

Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,"ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.

Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karema merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda 'Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah SAW,"Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku".

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri. "wahai manusia, sensungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah." kata Rasulullah SAW melanjutkan. " kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan ikatan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.

Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta'ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda.

Senin, 02 Juli 2007

Menunggu Jodoh


Menunggu jodoh itu diumpamakan seperti menunggu bis
Lewatlah bis PERTAMA, Bisnya jelek...
Kamu biarkan aja lewat begitu saja...

Kemudian datang bis KEDUA,
Lumayan bagus sih, tapi gak ada musiknya.
Gak asyik ah... Lewatin aja lagi...

Datanglah bis KETIGA yang ini bis nya bagus baget..
Full AC, full musik, pokoknya mantep...
Tapi sayang, udah penuh... Jadi kamu gak bisa naik...
Apa boleh buat, kembali berlalu tanpa kesan....

Tiba-tiba kamu tersadar, hari udah sore.
'Ntar lagi malam... Aduh... bakalan telat nih...
Mana bis berikutnya datangnya lama lagi...
Kamu udah benar-benar gelisah nungguinnya...

Akhirnya, keliatan dari jauh bis KEEMPAT
Datangnya pas udah mulai gelap...
Tanpa pikir panjang, kamu langsung naik aja.
Bisnya lumayan bagus juga sih, biarpun gak pake AC...
Sesudah beberapa berjalan, tiba-tiba kamu tersadar...
Kamu sudah salah jurusan.

Nah, mau pilih bis yang mana nih?

Bila Aku Jatuh Cinta

Ya Allah
Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku kepada seseorang
yang melabukan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu

Ya Muhaimin
Jika aku jatuh cinta jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Rabbana
Jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya
agar tidak berpaling dari hati-Mu

Ya Rabbul Izzati
Jika aku rindu, jagalah rinduku padanya
agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu

Ya Allah
Jika aku menimati cinta kekasih-Mu janganlah
kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu

Amin..