Rabu, 23 Januari 2008

Teman Sejati


Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati
buat menemani perjuangan suci

bersyukur kini padaMu Ilahi
teman yg dicari selama ini telah kutemui
degannya di sisi perjuangan ini
senang diharungi bertambah murni kasih Ilahi
kepadaMu ALLOH kupanjatkan doa
agar berkekalan kasih sayang kita
kepadamu teman kupohon sokongan
pengorbanan dan pengertian

kepadaMU ALLOH kupohon restu
agar kita kekal bersatu
kepadamu teman…teruskan perjuangan
pengorbanan dan kesetiaan

telah kuungkapkan segala-galanya
Teman..bersamalah kita semaikan persahabatan ini…
teruskanlah perjuangan…*

*) Nasyid ini merupakan nasyidnya Brother, tapi kemudian dibawakan ulang bersama Snada dengan versi accapela.


Selasa, 22 Januari 2008

Ya Allah... Aku Jatuh Cinta

Ya Allah...
Aku telah jatuh cinta pada keagungan qadaMU
pada kemanisan qadarMU
pada kecantikan nur wajahMU
pada keluasan ampunanMU

Ya Allah...
Aku telah benamkan diri dalam kefanaan
sedang Engkaulah yang meneguhkan niatku dengan syariatMU
sedang Engkaulah yang menanamkan keyakinanku dengan hakikatMU
sedang Engkaulah yang menyampaikan tujuanku dengan ma'rifatMU

Ya Allah...
Kau telah penuhi hatiku dengan cintaMU
Kau telah basahi lisanku dengan dzikirMU
Kau telah tunjukkan sinar langkahku dengan thareqatMU

Duhai...
Bila saatnya tiba
Sang kekasih hanya dapat merindukan perjumpaan

Duhai...
Dimanakah tempat bila KAU tidak berada disisiku?
Dimanakah langkah bila KAU tidak dalam pijakanku?

Allah... Allah... Allah
Bila hatiku terlalu gelap dengan kema'siatan
Dalam kejaran bisikan syetan
Kumohon kau bukakan hijabMU
Celupkan diriku dalam lautan pintu taubatMU

Allah... Allah... Allah
Engkaulah yang Maha Hidup
Engkaulah yang Maha Abadi
Hidupkanlah hatiku yang mati
Suburkan padanya dengan mahabbahMU
Dalam keabadian cintaMU

Abdurrahman Zaid Abdussalam Ibn Muhammad Ibn Al-wirsad Ibn As-sadur
Oleh : Seri Utami


Rabu, 09 Januari 2008

Selamat Tahun Baru Hijriah


Fajar telah menyingsing mengawali hari di tahun 1429H....


Berarti kita akan meninggalkan tahun lalu dan memasuki lembaran baru... Ladang baru untuk menyemai amalan kebajikan dan ajang mengukir prestasi ibadah. Kita sebagai muslim yang taat, sudah sepatutnya mengintrospeksi diri d
engan semua apa-apa yang telah kita perbuat.
Memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap kita pertahankan.
Kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, Baik untuk diri kita ataupun orang sekitar kita.
Di dalam tahun baru ini, kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya.
Dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman "bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah."
Kalaulah di tahun-tahun lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, m
arilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.
Dan jika di masa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memperbanyak amalan-amalan saleh. Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang? Dan pantaskah kita menundanya?


Padahal kita tidak tahu kapan kehidupan di dunia ini berakhir?. Dan juga ingatlah!... bahwa Allah SWT tidak menjadikan kehidupan didunia ini abadi, firmannya dalam surat al-Anbiyaa 34-35: Artinya:
"Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kamilah kamu sekalian dikembalikan."

Ayat diatas sungguh sangat jelas menerangkan, bahwa kehidupan didunia ini tidak kekal, dan semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.
Jika demikian untuk apalagi kita berlama-lama dalam kubangan kemaksiatan, dan untuk apalagi kita menunggu hari esok untuk berbuat amalan soleh.
Bukankah kita sudah tahu bahwa ajal manusia adalah rahasia Allah SWT semata.

Tiap-tiap umat memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya.

Umur kita akan terus berjalan seiring jarum jam berputar, dan yang pasti kesempatan beramal kebajikan tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya.
Ini berarti umur kita bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang. Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kita ini dengan memperbanyak amalan soleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap ridho Allah SWT semata.
Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok pagi kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita akan mati.
Dalam satu riwayat yang menceritakan tentang anak Umar bin khatab, kembali pulang dari sekolahnya sambil menghitung tambalan-tambalan yang melekat dibajunya yang sudah usang dan jelek. Dengan rasa kasihan umar sang Amirul mukminin sebagai ayahnya mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara, yang isinya minta agar beliau diberi pinjaman uang sebanyak 4 dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong.
Kemudian bendaharawan itu mengirim surat balasan kepada umar, yang isinya demikian : "wahai umar adakah engkau telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan?, Bagaimana kalau engkau mati sebelum melunasi hutangmu?"
Membaca surat bendaharawan itu, maka seketika itu juga umar tersungkur menangis, lalu beliau menasehati anakanya dan berkata : "
Wahai anaku, berangkatlah kesekolah dengan baju usangmu itu sebagaimana biasanya, karna akau tidak dapat memperhatikan umurku walaupun untuk satu jam.?"
Sungguh, batasan umur manusia tidak ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah SWT semata. Oleh karna keterbatasan tersebut, dan karna rahasia Allah SWT semata, maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepadanya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih besar lagi.

Kembali kepada masalah introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbangan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Tapi itu semua dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggungjawaban.


Terkadang manusia yang tidak pernah bercermin diri bagaikan binatang liar yang terlepas dari jeratan, ia akan berlari dengan sekencang-kencangnya dan melompat dengan sekuat tenaga tanpa menghiraukan kalau itu akan membahayakannya kembali.


Manusia yang demikian akan berbuat sekehendak hatinya, tanpa berpikir dan pertimbangan, yang pada akhirnya ia akan terjatuh di tempat yang sama dan meratapi perbuatannya dengan berulang-ulang kali, sungguh malang nasibnya jika setiap tahun ia harus terjatuh dan terjatuh lagi ditempat yang sama.
Sabda nabi yang mengutarakan tentang perbuatan yang tercela, adalah sebagai berikut :
Tanda kecelakaan itu ada empat :
  1. Tidak mengingat ingat dosa yang telah lalu, padahal dosa-dosa itu tersimpan di sisi Allah SWT .
  2. Menyebut-nyebut segala kebaikan yang telah diperbuat padahal siapa pun tidak tahu apakah kebaikan kebaikan itu diterima atau ditolak.
  3. Memandang orang yang lebih unggul dalam soal duniawi.
  4. Memandang orang yang lebih rendah dalam hal agama.
    Allah SWT berfirman, "Aku menghendaki dia sedang dia tidak menghendaki diriku, maka dia aku tinggalkan.

Sungguh sangat malang dan tiada ungkapan bagi manusia yang ditinggalkan sang kholiq. Akan tetapi Allah SWT, maha bijaksana, sehingga ia tidak menghendaki hamba-hambanya terjerumus dalan kehancuran. Akan tetapi Allah SWT memberikan tuntunan hidup yang berupa agama Islam, yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran yang menuju kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Oleh sebab itu berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak.
Rasulullah SAW bersabda : Artinya : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya ( HR Ahmad) Adalah suatu tindakan yang bijak, jika manusia berbuat salah kemudian ia sadar dan memperbaiki kesalahannya dengan berbuat amalan yang baik dengan komitmen tidak akan mengulangi kesalahannya itu."


Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa :

  1. Sebagai muslim yamg taat dengan ajaran tuhannya, hendaklah kita menyambut tahun baru hijriah ini dengan berbuat dan memperbaiki amalan-amalan kita ditahun lalu.

  2. Dan hendaklah menyambut tahun baru ini dengan tidak seperti non muslim merayakan tahun baru miladiyahnya.

  3. Hidup manusia semakin hari semakin berkurang, maka layaknya manusia yang taat pada tuhannya haruslah ia mempergunakan kesempatan hidupnya didunia ini dengan sebaik mungkin. Karna memang ajal manusia rahasia tuhan, dan jarum jam tidak akan pernah berbalik arah sudah sepantasnyamanusia itu memperbaiki dirinya.

Mari kita jelang lembaran baru, 1428H sebagai ladang baru untuk menyemai amalan kebajikan dan ajang mengukir prestasi ibadah. Untuk menjadikan diri lebih berkualitas di hadapan Allah SWT.