myspace layouts

Kamis, 02 April 2009

JATI DIRI KITA YANG SEBENARNYA

Alkisah, di tengah SAMUDERA yang MAHA LUAS, tampaklah Ombak Besar sedang Bergulung-gualung dengan Suaranya yang Menggelegar, tampak berSuka Ria Menikmati Kedahsyatan KEKUATANNYA, seakan-akan menyatakan Keberadaan DIRINYA Yang BESAR dan GAGAH PERKASA.

Sementara itu, jauh di belakang Gelombang Ombak Besar, tampak sang Ombak Kecil Bersusah Payah Mengikuti. Ia Terlihat LEMAH, Tertatih-tatih, Tak Berdaya dan Jauh Tersisih di Belakang.

Akhirnya, Ombak Kecil Hanya Bisa MENYERAH dan MENGEKOR ke mana pun Ombak Besar Pergi.
Tetapi, di Benaknya Selalu Muncul Pertanyaan, Mengapa Dirinya Begitu LEBIH LEMAH dan TAK BERDAYA ?

Suatu kali, Ombak Kecil Bermaksud Mengadu kepada Ombak Besar. Sambil tertaih-tatih Ombak Kecil berteriak: “Hai Ombak Besar, tunggu!”

Sayup-sayup suara Ombak Kecil didengar juga oleh Ombak Besar. Lalu sang Ombak Besar sedikit Memperlambat Gerakannya dan berputar-putar Mendekati Arah Datangnya Suara.




“Ada apa Sahabat?” Jawab Ombak Besar dengan Suara MENGGELEGAR HEBAT.

Aih, pelankan Suaramu. Dengarlah, mengapa engkau Bisa Begitu Besar? Begitu KUAT, GAGAH dan PERKASA ? Sementara Diriku, ah..begitu Kecil, Lemah dan Tak Berdaya. Apa sesungguhnya yang membuat Kita Begitu Berbeda, wahai Ombak Besar?”

Ombak Besar pun menjawab, “Sahabatku, Kamu Menganggap Dirimu Sendiri Kecil dan Tidak Berdaya, sementara kamu Menganggap Aku Begitu Hebat dan Luar Biasa, Anggapanmu itu Muncul karena Kamu Belum Sadar dan Belum Mengerti JATI DIRIMU YANG SEBENARNYA, HAKIKAT DIRIMU SENDIRI”.

“Jati Diri? Hakikat Diri? Kalau Jati Diriku bukan Ombak Kecil, lalu Aku Ini Apa?” Tanya Ombak Kecil, “Tolong jelaskan, aku Semakin Bingung dan Tidak Mengerti.”

Ombak Besar meneruskan, “Memang di antara Kita Terasa Berbeda tetapi sebenarnya Jati Diri Kita adalah SAMA, Kamu Bukan Ombak Kecil, Aku pun Juga Bukan Ombak Besar.

Ombak Besar dan Ombak Kecil adalah SIFAT KITA yang SEMENTARA.

Jati Diri Kita Yang Sejati Sama, Kita adalah Air.

Bila Kamu Menyadari Bahwa Kita Sama-sama AIR, maka kamu Tidak Akan Menderita Lagi,
kamu adalah Air, Setiap Waktu kamu Bisa Menikmati menjadi Ombak Besar seperti aku, KUAT, GAGAH dan PERKASA.”

Mendengar kata-kata Bijak sang Ombak Besar, Mendadak Timbul Kesadaran dalam Diri Ombak Kecil. “Ya, benar, aku Bukan Ombak Kecil. Jati Diriku adalah Air, Tidak Perlu aku BERKECIL HATI dan MENDERITA.”

Dan, sejak saat itu, si Ombak Kecil pun MENYADARI dan MENEMUKAN POTENSI DIRINYA yang MAHA DAHSYAT.

Dengan KETEKUNAN dan KEULETANNYA, ia Berhasil Menemukan CARA-cara untuk Menjadikan
Dirinya Semakin BESAR, KUAT dan PERKASA, sebagaimana Sahabatnya yang Dulu Dianggapnya Besar.

Akhirnya, Mereka HIDUP BERSAMA Dalam KEHARMONISAN ALAM. Ada Kalanya yang Satu Lebih Besar dan yang Lain Kecil. Kadang yang Satu Lebih Kuat dan yang Lain Lemah.

Begitulah, Mereka MENIKMATI Siklus KEHIDUPAN Dengan PENUH HIKMAT dan KESADARAN.

Sebagai MANUSIA, SERING KALI Kita TERJEBAK Dalam KEBIMBANGAN Akibat Situasi Sulit yang Kita Hadapi, yang Sesungguhnya itu HANYAlah Pernak-pernik atau Tahapan dalam PERJALANAN KEHIDUPAN.

Sering Kali kita MEMVONIS Keadaan itu sebagai Suratan TAKDIR atau NASIB,lalu Muncullah MITOS-mitos: 'AKU TIDAK BERUNTUNG', 'NASIBKU JELEK', 'AKU ORANG GAGAL', dan Lebih Parah Lagi Menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk “ke-TIDAK ADIL-an” TUHAN.

Dengan Memahami bahwa JATI DIRI KITA adalah SAMA-SAMA MANUSIA, Tidak Ada Alasan untuk Merasa Kecil dan Kerdil Dibandingkan dengan Orang Lain.

Karena SESUNGGUHNYA KEBERHASILAN, KESEJAHTERAAN dan BUKAN MONOPOLI ORANG-orang Tertentu, jika Orang lain Bisa Berhasil, KITA PUN Juga BISA BERHASIL !

KESADARAN tentang JATI DIRI Bila TELAH MAMPU Kita TEMUKAN, maka Di DALAM DIRI KITA Akan TIMBUL DAYA DORONG dan SEMANGAT HIDUP yang PENUH GAIRAH SEDAHSYAT Ombak Besar di Samudera Nan Luas.

SIAP MENGHADAPI SETIAP TANTANGAN dengan Mental yang Optimis Aktif, dan SIAP MENGEMBANGKAN POTENSI Terbaik Demi MENAPAKI PUNCAK TANGGA KEBERHASILAN.

“JATI DIRI KITA Adalah Sama-sama MANUSIA Tidak Ada Alasan untuk Merasa Kecil dan Kerdil Dibandingkan dengan Orang lain."

Pepatah Bijak :

"Sesungguhnya, TIDAK ADA SESUATU Yang Disebut NASIB, itu Hanyalah Masalah KURANG BERLATIH ROHANI."

"JANGAN BIARKAN JATI DIRI MENYATU dengan PEKERJAAN Anda."

"KEGAGALAN atau KEBERHASILAN DUNIAWI BUKANLAH TUJUAN yang PENTING. KADANG-kadang Kegagalan adalah Keberhasilan, SEBALIKNYA Keberhasilan adalah Kegagalan. Kita Harus MENILAINYA dengan MATA KEBIJAKSANAAN. "

Thanks Kamila Vyndarti

Selasa, 17 Maret 2009

ALASAN DAN JAWABAN KENAPA WANITA ENGGAN BERHIJAB/KERUDUNG

KE-1 : MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL

ALASAN : Kalo pake hijab, nanti kecantikannya ketutup donk, terus laki-laki yang ingin melihat wajah asli kita, akan menahan nafsunya, kalo terus ditahan nafsunya itu bisa meledak dan ia melampiaskannya dengan melakukan pelecehan! Nah, pemecahannya khan, ya kita harus buka hijab, bener gak ?

JAWAB: Seandainya jalan pemecahan itu benar, tentu Amerika dan negara-negara barat akan menjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan pelecehan terhadap wanita di dunia. Namun pada kenyataannya tidak demikian, bahkan menurut buku “Crime in USA” terbitan FBI, dikatakan bahwa setiap enam menit sekali terjadi kasus pemerkosaan disana. Ihhh seremm…

Jadi, Kepada orang yang masih mempertahankan dan meyakini kebenaran alasan tersebut, kita bisa mencari jawaban atas kesalahan mereka melalui 3 hal: Pertama, berbagai data statistik telah mendustakan cara pemecahan yang mereka tawarkan; Kedua, hasrat seksual terdapat pada masing-masing pihak, pria dan wanita; Ketiga, yang membangkitkan nafsu seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat kecantikan wanita, baik wajah, atau anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. Jadi itu bukan alas an lagi, OK



KE-2 : BELUM MANTAP DENGAN HATI
ALASAN : Khan berhijab itu harus dengan hati bicaranya, Ya, kalo misalnya kata hati saya belum mantap untuk berhijab, gimana?

JAWAB: Ukhti yang berdalih dengan alasan ini hendaknya bisa membedakan antara dua hal. Yakni antara perintah Allah dengan perintah manusia. Jika perintah itu datangnya dari manusia, maka bisa salah dan bisa benar. Adapun jika perintah itu dari Allah, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan "saya belum mantap". Bila ia masih mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan bisa saja dikatakan bahwa keislamannnya juga belum mantap dan itu melanggar ajaran Allah, padahal ia mengetahui perintah tersebut dari Allah, maka hal tersebut bisa menyeretnya pada bahaya yang sangat besar, yakni keluar dari agama Allah, sementara dia tidak menyadarinya. Sebab dengan begitu berarti ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut. Perintah untuk berhijab/ kerudung (QS: Al-Ahzab: 59)




KE-3 : ALLAH BELUM MEMBERIKU HIDAYAH

TANYA: Sebenarnya aku sich pengen banget pake hijab, tapi kalo Allah belum memberiku hidayah. Aku mesti gimana?

JAWAB: Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: "Bagaimana kamu tahu bahwa Allah belum memberimu hidayah?" Jika jawabannya, "Aku tahu", maka ada satu dari dua kemungkinan: Pertama, dia mengetahuinya dari ilmu ghaib, sehingga ia tahu apa yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (Lauhul Mahfuzh). Dia pasti mengetahui pula bahwa dirinya termasuk orang-orang yang celaka dan bakal masuk Neraka. Kedua, ada makhluk lain yang mengabarkan tentang nasib dirinya, bahwa dia tidak termasuk wanita yang mendapatkan hidayah. Mungkin bisa jadi yang memberitahu itu malaikat, jin atau pun manusia. Namun, ketika jawaban tadi tidak ada pada dirinya, bagaimana dia tahu Allah belum memberi hidayah?

Hidayah itu datangnya dari Allah, namun kita wajib berusaha untuk mendapatkannya. Tanpa ada usaha tidak mungkin ada hasil. Oleh karena itu, kalo masih beralasan seperti ini, itu tidak masuk akal. Berusahalah untuk mendapatkan hidayah itu.



KE-5 : TAKUT TIDAK LAKU NIKAH

ALASAN : Saya takut, kalau saya pake hijab, nanti nggak laku nikah. Cowok khan biasanya suka liat fisiknya dulu, wajahnya,

rambutnya, bodinya, segalanya dech! gimana tuch?

JAWAB: Kecantikan memang merupakan salah satu sebab pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan segalanya sebab. Rosul pernah bersabda, bahwa wanita dinikahi karena 4 hal: kecantikannya, hartanya, keturunan dan agamanya. Tapi yang menjadi prioritas adalah agamanya.

Kaum laki-laki tidak hanya melihat unsur kecantikan semata, tetapi ada hal lain yang menyatu dengan kecantikan yaitu sholeha yang dijadikan pertimbangan dalam memilih isteri. Bisa jadi sikap gadis yang biasa memperlihatkan aurat -yang dimaksudkan untuk menawan hati pria- menjadi bumerang bagi dirinya. Bisa saja tindakan itu malah membuat para pemuda enggan menikahinya. Sebab mungkin para pemuda beranggapan, jika wanita tersebut berani melanggar perintah Allah berhijab, tidak menutup kemungkinan dia akan berani melanggar perintah lain bahkan suami. Karena setan memiliki banyak kiat. Meskipun terkadang kenyataan yang ada tidak selalu sesuai dengan pendapat ini, tetapi memang begitulah keadaan mayoritas pemuda kita di zaman sekarang. Pemuda yang menyunting gadis ber-hijab, namanya akan menjadi harum, meskipun ia sendiri tidak termasuk orang-orang yang dinilai ta'at menjalankan perintah agama.



KE-6 : BELUM DEWASA

ALASAN: Saya belum cukup umur untuk dihijab, hijab khan khusus untuk orang dewasa!

JAWABAN: Kebanyakan berpendapat bahwa kedewasaan seorang gadis dimulai saat berumur 20 tahun. Dan menganggap yang dibawah 20 tahun itu masih anak-anak meskipun ia sudah haid. Padahal itu adalah pendapat yang keliru. Dalam Islam kewajiban seorang wanita untuk menjalankan perintah Allah adalah ketika ia sudah baligh (sudah haid dalam usia 9 tahun, atau sempurna umurnya 15 tahun), maka ketika ia sudah baligh, ia juga bisa dibilang dewasa dan sudah ada kewajibannya untuk berhijab. Jadi tidak ada alasan lagi kalo usia sudah renta tapi masih bilang belum dewasa. Dan apakah kamu bisa menjamin umurmu masih panjang? Coba bayangkan, banyak khan teman-teman kita yang masih belia tapi sudah mendahului kita. Makanya buruan dech kamu pada insyaf.



KE-7 : GAYA, MENGHALANGI BERHIAS DAN BUKAN HIJAB

ALASAN : Ach, banyak ko wanita yang berhijab malah dia lebih parah dalam melanggar ajaran agama, misalnya pacaran dan ia menggunakan hijab hanya untuk gaya, lalu kalo nanti saya berhijab kecantikan saya tidak bisa dilat orang donk!

JAWABAN : Hijab memang bukan segi penilaian baik buruknya seorang wanita, namun dengan berhijab setidaknya orang tidak akan berburuk sangka kepadanya dan cowok juga tidak akan berani menganggunya. Itu sudah jaminan Allah (coba buka QS. Al-Ahzab: 59) jadi sebaiknya mengenakan hijab itu bukan untuk mode atau gaya, tapi semata-mata karena Allah dan kita mesti merasa yakin untuk berhijab karena itu memang sudah menjadi keharusan. Kalo itu sudah dilaksanakan, maka kita akan merasa hidup ini teratur dengan aturan Allah tidak seenaknya. Ia tidak akan berani melanggar perintah Allah termasuk pacaran dan lain-lain.

Lalu, terlebih dulu patut kita pertanyakan: "Untuk siapa engkau pamer aurat? Untuk siapa engkau berhias?" Jika jawabannya: "Aku memamerkan tubuhku dan bersolek agar semua orang mengetahui kecantikan dan kelebihan diriku," maka kembali kita perlu bertanya: "Apakah kamu rela, kecantikanmu itu dinikmati oleh orang yang dekat dan yang jauh darimu?" "Relakah kamu menjadi barang dagangan yang murah, bagi semua orang, baik yang jahat maupun yang terhormat?" "Bagaimana engkau bisa menyelamatkan dirimu dari mata para serigala yang berwujud manusia?". "Maukah, jika dirimu dihargai serendah itu?"

Saudariku, engkau amat mahal dan berharga sekali. Pernahkah terlintas dalam benakmu, bagaimana seorang pembeli membolak-balik barang yang ingin dibelinya? Jika ia tertarik dan berniat membelinya, ia akan meminta kepada sang penjual agar ia diambilkan barang baru sejenis yang masih tersusun di atas rak. Ia ingin agar yang dibelinya adalah barang yang belum pernah tersentuh oleh tangan manusia.

Renungkanlah perumpamaan ini baik-baik. Dari sini, engkau akan tahu betapa berharganya dirimu, yakni jika engkau menyembunyikan apa yang harus engkau sembunyikan sesuai dengan perintah Allah kepadamu.



SAUDARIKU,

ALASAN APALAGI YANG MENGHALANGIMU UNTUK BERHIJAB ???

KALU BUKAN HARI INI, MAU KAPAN LAGI?

DAN APA BESOK KITA MASIH HIDUP DI DUNIA INI ??? RENUNGKANLAH !





Rabu, 11 Maret 2009

Episode Lara Seorang Perempuan

Beberapa kali dering telepon mampir di telinga saya dan mengalirlah episode sedih prahara rumah tangga yang kerap kali diperbaiki olehnya. Bagai menegakkan benang basah dan saya lihat kesabarannya tak habis-habis dalam menghadapi bahana gelombang besar yang belum tentu sanggup saya pikul.

Terbersit dalam hatinya untuk mengakhiri semua penderitaan, namun kembali ketaatannya pada Allah membuatnya kembali berpikir ulang. Tak sekali dua kali perlakuan buruk didapatnya hanya karena masalah sepele. Kulihat tubuhnya semakin kurus dan ringkih karena beban yang berat yang senantiasa dipikulnya. Hanya kalimat penguatan dan doa yang bisa kuberikan padanya bila prahara tersebut datang menghampiri.

Aku ingin menolongnya keluar dari masalah yang terus berulang dan seperti tak berujung. Tapi nampaknya Allah punya seribu rahasia dibalik penderitaannya tersebut. Jika dilihat dari kacamata manusia biasa, akan terlihat sosok perempuan yang dianggap bodoh karena mau saja terus menerus didzalimi dan tak keluar dari pusat masalah.




Akan tetapi ada satu hal yang membuat saya takjub dengan kesabarannya. Dia senantiasa menganggap suaminya adalah mahluk lemah yang tak kuasa mengontrol emosi dan dia bersedia untuk bersabar agar kelak sang suami memahami bahwa no matter what happen she will always on his side. Kesabaran baginya adalah terapi ampuh agar suaminya tersadar kembali. Tentunya dengan bantuan doa dan doa. Karena Allah tak pernah tidur dan tak pernah membiarkan semua kedzaliman berlangsung terus menerus. Dan Allah sangat mengetahui batasan seseorang.

Waktu pun berjalan tanpa kita sadari, ketika suara perempuan ayu tersebut memanggilku dengan wajah ceria dan tersenyum bahagia. Sebuah kabar gembira yang kudapat dari untaian kalimat di bibirnya. Sang suami telah sadar dan mau menjalani terapi kemarahan yang pernah diusulkannya. Perempuan itu paham bahwa masa lalu suaminya tak seindah masa lalunya. Terlalu banyak tekanan dan trauma dalam episode kehidupannya yang kelam. Oleh karenanya perempuan itu mau bersabar dan menunggu agar semua kembali ke titik nol.

Nafas legaku mengalir deras bersama air mata bahagia.
Bahagia akan sebuah episode yang berakhir indah.
Bahagia bersama tatapan tenang seorang perempuan sholih yang lembut.
Ya, Allah … betapa banyak ibroh yang bisa kupetik dari kisah pilu itu.
Bahwa kebahagiaan akan selalu menjadi ujung bagi orang-orang yang bersabar. Bahwa pada setiap orang yang bermasalah selalu ada awal yang menjadi penyebabnya.

Dan kutahu Engkau takkan diam saja Ya, Allah …
Engkau pasti menyaksikan semuanya dan membuat semua terjadi ...
Engkau pula yang mengakhiri semuanya dan memberi karunia pada setiap nilai kesabaran seorang hamba ....

Thanks Ellina Supendy