myspace layouts

Senin, 05 November 2007

Sebuah Renungan, Teguran, Sekaligus Doa

Kawan
Hidup ini ternyata, tidak sekedar mengejar cita-cita pribadi saja. Di luar sana masih banyak orang tidak punya rumah. Masih banyak orang yang bahkan tidak tahu apakah besok pagi dia masih bisa makan. Masih banyak anak-anak yang bahkan tidak tahu sampai kapan mereka akan terus tidur beratapkan langit yang bahkan terkadang memuntahkan air dan beralaskan tanah yang keras. Masih banyak mereka yang masa depannya tidak jelas. Tapi sayangnya kita sering lupa akan hal itu

Seringkali kita hanya ingat dan berempati hanya saat penderitaan mereka disodorkan depan muka kita. Selebihnya, mungkin kita lupa. Padahal seharusnya kita lah yang mencari tahu. Kita yang mencari fakta-fakta, bukan menunggu untuk ditemukan oleh fakta. Tapi sayangnya, kenyataan yang sering terjadi adalah kita hanya menunggu.

Masih banyak mereka yang tidak mandi karena alasan-alasan yang mungkin bagi kita mudah saja, seperti air bersih, sabun, dll. Sedangkan kita pun mungkin secara sadar maupun tidak sering membuang-buang air bersih atau memiliki banyak sabun yang tidak terpakai. Masih banyak mereka yg tidak memiliki baju selain yang menempel di tubuh mereka dan kita masih sempat mengeluh ngeluh karena baju kotor yang menumpuk? Ingatlah kawan... itu artinya kita beruntung memiliki banyak baju.

Masih banyak mereka yang tidak memiliki orang tua dan kita terkadang sering menggerutu hanya karena ditegur orang tua? Ingatlah kawan... itu artinya kita beruntung karena masih diizinkan Allah untuk mewujudkan rasa sayang dan membalas kebaikan orang tua kita. Seringkali kita mengeluh dan mengomel karena kelelahan berjalan kaki. Ingatlah kawan... itu artinya kita masih punya kaki dan tubuh yang berfungsi dengan baik.

Apapun yang terjadi.. Seburuk apapun keadaan kita,, cobalah kita pandang dari sudut pandang yang berbeda. Dan kita akan menemukan dan pada akhirnya mengerti cara Allah menyayangi, mendidik, dan memberi yang terbaik untuk kita

Tapi kenapa kita sering lupa? Kenapa kita sering tidak berinfaq jika tidak diminta? Kenapa tidak mencari tahu di mana kita bisa berinfak?

Kawan... Hidup tidak hanya bersemangat berprestasi dalam bidang akademik, organisasi, atau pekerjaan. Semua itu bagus sekali namun semangat dan prestasi luar biasa itu tidak ada artinya bila implementasinya sama dengan nol. Tidak ada artinya bila ternyata kita sampai lupa dengan orang-orang di luar sana. Mereka yang menjadi korban kemerdekaan yang belum merdeka. Mereka yang menjadi korban para pejabat yang bagai kacang lupa kulitnya itu. Mereka yang terlupakan, mereka yang dibohongi, mereka yang tertindas, mereka yang terjajah oleh 'kemerdekaan' negeri ini

Kawan... Bersyukurlah punya banyak makanan. Banyak sekali orang yg kelaparan di dunia ini. Di Ethiopia, India, Indonesia, atau bahkan mungkin beberapa meter dari tempat kita duduk saat iniJadi ingatlah kawan... Jangan sampai kita membiarkan makanan membusuk di kulkas atau menjadi basi di dalam lemari / tudung saji

Kawan... Mari kita luangkan waktu..,, untuk bersyukur. Ya, untuk bersyukur. Karena selalu harus ada waktu untuk bersyukur. Jangan sampai kita bersikap tidak tahu diri. Jangan sampai kita rutin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman namun tidak ingat untuk berterima kasih kepada Allah

Kawan...Mari kita menghargai setiap waktu yang terlewat karena waktu tidak dapat berputar kembali. Bahkan Leonardo Da Vinci pernah menyatakan keheranannya mengenai manusia yangg sering tidur. Ia berpendapat manusia hidup tersebut seperti orang mati saja karena apa bedanya orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal apabila yang hidup juga tidak melakukan apa-apa (baca: sia2)?

Kawan... Lihat ke negeri Palestina sana. Ke negeri para bayi yang terlahir untuk hidup di surga. Ke negeri yang para penghuninya waspada setiap saat terhadap pengeboman, penjarahan, pembunuhan, dan segala ketidakadilan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan perebutan kembali tanah milik mereka. Ke negeri yang pedih karena para muslim yang seharusnya bertitel saudara tidak bertindak seperti saudara (baca: tidak mendukung)

Kawan... Sekali lagi, ingatlah..Kita harus peka Selalu lihat ke bawah tapi jangan lupa lihat ke atas juga. Selalu lihat ke depan tapi sesekali jangan lupa untuk menoleh ke belakang juga.

Kawan..bayangkanlah kesepiannya mereka yang tidak memiliki keluarga, mereka yang dimusuhin, dikucilkan, apalagi kesepian dan kepedihan orang-orang yang ditinggal mati keluarganya yang terbunuh di depan mata mereka

Kawan... Jangan terlalu sedih walaupun kadang orang suka meremehkan kita. Di belahan dunia di sebelah mana pun, banyak sekali orang-orang terbuang yg mungkin jauuuuhh lebih tersakiti dari pada kita. Mereka dianggap hina. Mereka dipandang rendah. Entah berapa banyak cacian yang sudah mereka dengar. Perlakuan kasar yang mereka dapat juga tak terhitung. Lihatlah semuanya lebih dekat.. dan kita akan sadar betapa sempurnanya hidup kita, paling tidak bagi diri kita sendiri
Mariana Tri A.

Jumat, 02 November 2007

Sahabat Wanita

Pada suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah mengunjungi ibunya, Mereka duduk di sebuah sofa dan menikmati segelas air teh dingin. Mereka sedang berbincang-bincang mengenai kehidupan, pernikahan, tanggung jawab dalam hidup serta kewajiban, sang ibu dengan perlahan menaruh sebongkah es batu ke dalam gelasnya dan menatap wajah anak perempuannya.
"Jangan lupakan sahabat-sahabat wanitamu." nasihatnya, sambil mengaduk-ngaduk daun teh di bawah gelasnya.
"Mereka akan menjadi orang yang penting bagimu ketika usiamu makin tua. Tidak peduli seberapa dalam kau mencintai suamimu, seberapa banyak anak-anak yang kau miliki, kau masih tetap harus memiliki sahabat wanita. Ingatlah untuk berjalan-jalan bersama mereka, melakukan hal bersama-sama dengan mereka. Dan ingat bahwa mereka bukan hanya sekedar sahabat wanitamu, tetapi mereka akan menjadi saudara, anak dan yang lainnya. Kau akan membutuhkan sosok wanita yang lain. Wanita selalu begitu."
"Sungguh nasihat yang aneh,"
pikir si wanita muda. "Bukankah aku baru saja menikah?Bukankah aku baru saja bergabung dalam dunia pasangan-pasangan muda? Sekarang saya adalah seorang istri, orang dewasa, bukan anak perempuan kecil yang memerlukan teman main perempuan lainnya! Tentu saja keluarga yang akan kami bina dapat membuat hidup saya lebih berarti."
Tetapi, ia mendengarkan nasihat ibunya; ia terus berhubungan dengan sahabat-sahabat wanitanya dan bertemu dengan semakin banyak sahabat setiap tahun. Ketika tahun demi tahun berlalu, ia mulai merasakan betapa benar nasihat yang diberikan ibunya. Ketika waktu dan keadaan mengubah keberadaan mereka sebagai wanita dengan segala misterinya, sahabat-sahabat wanitanya tetap berada dalam kehidupannya. Setelah hidup selama 50 tahun dalam dunia ini, inilah fakta-fakta yang saya dapatkan dari memiliki sahabat wanita:
  • Sahabat wanita akan menjaga rahasiamu.
  • Sahabat wanita akan memberikan nasihat ketika kau membutuhkannya.
  • Sahabat wanita tidak selalu mengatakan apa yang kau lakukan benar, tetapi mereka bersikap jujur.
  • Sahabat wanita akan terus mengasihimu, meskipun ada perbedaan pendapat.
  • Sahabat wanita akan tertawa bersama-sama denganmu, dan lelucon kosong sama sekali tidak diperlukan hanya untuk sebuah tawa.
  • Sahabat wanita akan menolongmu keluar dari hubungan-hubungan yang buruk.
  • Sahabat wanita menolongmu mencarikan rumah tinggal yang baru, membantu mengepak barang dan pindah.
  • Sahabat wanita akan membantu membuat sebuah pesta untuk anak-anakmu mereka menikah atau memiliki anak, manapun yang lebih dulu terjadi.
  • Sahabat wanita akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun duka.
  • Sahabat wanita akan menempuh badai, topan, panas, dan kegelapan untuk mengeluarkan kaudari keputus asaan.
  • Sahabat wanita akan mendengarkan ketika kau kehilangan pekerjaan atau seorang kawan.
  • Sahabat wanita akan mendengarkan ketika anak-anakmu mengecewakanmu.
  • Sahabat wanita akan menangis bersamamu ketika orang yang dikasihimu meninggal.
  • Sahabat wanita menghiburmu ketika kau dikecewakan oleh banyak dalam kehidupanmu.
  • Sahabat wanita membantumu untuk bangkit kembali ketika pria kau cintai pergi meninggalkanmu.
  • Sahabat wanita senang ketika mereka melihatmu bahagia, dan bersedia mencari dan melemparkan apa yang tidak membuatmu bahagia.

Waktu berlalu... Kehidupan berjalan..Jarak memisahkan.. .

Anak-anak beranjak dewasa...Cinta hilang dan pergi.. Hati yang hancur.. Karir berakhir.. Pekerjaan berganti.. Orang tua meninggal.. Rekan- rekan melupakan kebaikan...

TETAPI, sahabat-sahabat wanita akan terus mendampinginmu, meskipun waktu dan jarak yang terpaut sangat jauh. sahabat wanita tidak akan lebih jauh dari orang-orang yang membutuhkan.

Buat Sahabat-sahabat wanitaku.... ......... ..TERIMA KASIH SAHABAT.....

Sebab Utama Lelaki di Tarik ke Neraka oleh Wanita

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan di tarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :

1. Ayahnya
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.


2. Suaminya
Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas , memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya dan shoumnya tidak pernah ketinggalan maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.


3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga wanita jatuh ke abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiar melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.


4. Anak- Anak lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu tentang kelakuan yang haram di sisi Islam. Bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah dan sebagainya maka anak itu akan di minta pertanggungjawabannya di akhirat kelak dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.


Lihatlah, betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah S.W.T, "Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta keluargamu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu."