myspace layouts

Rabu, 11 Juli 2007

Latihan Menata Hati


Pujian dan penghinaan adalah dua kata yang berlawanan dan keduanya juga memberikan efek yang berlawanan jika menimpa kita. Bila kita dipuji maka kita merasa bahagia, bersemangat dan lebih akrab dengan orang yang memuji. Sebaliknya, penghinaan cenderung membuat kita marah, ingin membalas, rendah diri dan merusak hubungan kita dengan orang yang menghina. Padahal jika kita perhatikan, pujian dan penghinaan orang lain kebanyakan hanyalah seperti permainan saja. Mereka akan memuji-muji jika merasa cocok dengan kita. Mereka akan membela kita dan membuat seribu alasan untuk membenarkan tindakan kita. Sebaliknya jika kecocokan sudah tidak ada lagi maka mereka akan menghina dan merendahkan kita serta membuat ribuan alasan untuk mencari-cari kelemahan kita.


Saudaraku,

Marilah kita bersikap waspada. Pujian dan penghinaan keduanya adalah ujian. Pujian tidak harus membuat kita merasa bangga dengan segala prestasi yang kita capai. Pujian hanya akan bernilai jika membuat kita semakin mengingat kekuasaan Allah. Prestasi yang kita capai adalah karunia Allah dan kita hanyalah orang yang dipilih untuk melakukannya. Jika Dia menghendaki bisa saja Allah memilih orang lain. Maka tidak layak bagi kita menerima pujian itu, cukup Allah saja yang menerimanya.Penghinaan itu memang menyakitkan tapi alangkah baiknya kalau kita lebih jujur menilai diri. Barangkali penghinaan itu lebih mencerminkan keadaan kita yang sebenarnya. Kita tidak perlu menderita dengan penghinaan itu. Tidaklah kita menjadi hina karena kata-kata orang lain. Terkadang sikap kitalah yang membuat kita menjadi terhinakan.

Saudaraku,

Kita tidak perlu risau dengan apapun penilaian orang lain. Teruslah bersikap sesuai dengan tata nilai yang kita yakini. Urusan kita adalah dengan Allah, maka terserah Allah saja yang menilai setiap tindakan kita. Bisa jadi kebaikan kita di satu lingkungan diterima dengan baik karena tata nilainya sepaham dengan kita. Tetapi di lingkungan lain kebaikan kita belum tentu diterima. Jangan risau, terus lakukan kebaikan-kebaikan dan bergantunglah kepada Allah untuk segala tindakan kita. Semoga Allah Memberikan keteguhan dan ketenangan jiwa kita, amin.

Senin, 09 Juli 2007

Empat Istri Kehidupan




Konon di suatu waktu ada seorang kaya raya yang yang memiliki empat istri. Didepan gerbang kematian ia diberi kesempatan untuk ditemani hanya oleh satu dari empat istrinya. Pertama-tama ia memanggil istrinya yang keempat. Maklum ini yang paling muda, peling cantik dan menawan. Tetapi ia juga yang paling banyak menghabiskan uang. Dengan nada suara yang mengundang rasa kasihan, orang kaya yang sudah renta ini bertanya: “ Maukah engkau menemani aku sampai ke liang kematian? Seperti disambar petir rasanya ketika orang tua itu mendengar istrinya menjawab dengan kasar “Ndak mau”.

Kecewa dengan istri yang keempat, ia pun memanggil istri yang ke tiga.. Belajar dari kegagalan dari istri yang pertama, ia pun memeluk mesra istri yang ketiga. Sudikah kau menjadi pendampingku menuju gerbang kematian? Yang ini jawabannya lebih sopan : maafkan kanda, saya hanya bisa mengantarmu sampai disini”.
Menangis mengakhiri pengalaman kedua ini, ia pun tidak putus asa. Dipanggilah istri yang kedua, tentu saja dengan pertanyaan dan permintaan yan sama.. Istri kedua ini menjawab lembut.. “ Saya akan antar kanda, tapi hanya sampai liang lahat”. Untuk ketiga kalinya, orang kaya yang menghabiskan seluruh hidup dan keringatnya untuk mengumpulkan kekayaan demi anak dan istri ini , kecewa berat lagi.

Sehingga yang tersisa hanya istri pertama yang terkulai kurus , layu, lemah tanpa tenaga, dan kecantikannya memudar. Dengan pasrah orang itu meminta hal yang sama. Dan yang mengejutkan, kendati istri pertama ini jarang diperhatikan, sering disakiti, dan paling sedikit mendapatkan uang, ia menganggukan kepalanya tanda bersedia menemani sang suami sampai di dunia manapun.

Istri-istri ini perilakunya sama serupa dengan empat istri kehidupan.
1. Istri keempat adalah atribut-atribut yang kita perjuangkan, pertahankan dan kita manjakan dengan banyak sekali tenaga. Ia berupa jabatan, kekayaan materi, dan segala bentuk pembungkus badan kasar. Dan ketika kita mati, semuanya menjawab tidak ikut secara ketus kepada kita.

2. Istri ketiga adalah badan kasar kita. Bentuk badan yang juga dimanjakan oleh orang. Diberi makan yang enak, diajak ke tempat-tempat indah. Hampir semua lubangnya kita puaskan semampunya. Dan ia hanya bisa mengantar kita sampai ditempat kita dijemput sang maut.

3. Istri kedua adalah teman dan keluarga kita. Sebaik-baiknya mereka, hanya bisa menangis mengantar kita sampai liang lahat.

4. Istri pertama yang sangat kurang dari perhatian kita dan mendapat dana dan alokasi tenaga yang paling sedikit. Ia bernama JIWA. Dialah satu-satunya istri yang menemani kita selamanya.

Kita sering menyiksa dan membuat sang jiwa menderita. Semuanya itu dilakukan untuk memuaskan istri-istri yang lainnya. Hebatnya, kendati ia disiksa dan dibuat menderita, sang jiwa akan senantiasa ikut dengan kita, dalam hidup maupun mati. Dalam suka dan duka. Ditengah makian dan pujian, ia senantiasa menemani kita. Entah karena lupa, entah karena khilaf, secara kolektif kita sudah lama tidak peka akan getaran-getaran jiwa.

Renungan



1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan.
Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.